Peran Penting Vaksin TDAP untuk Cegah Penularan Difteri


Vaksin TDAP penting tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga untuk orang dewasa (vaksin dewasa). Pasalnya, penyakit menular ini juga bisa menyerang orang dewasa yang belum mendapat vaksin difteri. Selain mudah menular, difteri juga dapat menyebabkan kerusakan organ.

Difteri disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Corynebacterium diphtheriae yang mempengaruhi tenggorokan dan hidung. Difteri bisa menimbulkan gejala seperti batuk, benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar, dan terbentuknya lapisan putih keabu-abuan di tenggorokan.

Penyakit ini bisa menular melalui udara, yaitu melalui dahak atau air liur, saat pengidap difteri bersin dan batuk. Selain itu, difteri juga dapat menular jika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi bakteri penyebab difteri.

Mengenal Apa itu Vaksin TDAP

Vaksin TDAP adalah singkatan dari tetanus, difteri, dan pertusis aseluler, sedangkan Td adalah singkatan dari tetanus dan difteri. Kedua vaksin tersebut merupakan vaksin lanjutan dan biasanya diberikan setelah anak menerima rangkaian lengkap vaksin DTaP atau DT awal.

Vaksin TDAP dan Td umumnya diberikan kepada anak usia 10-16 tahun dan kemudian diulang setiap 10 tahun sebagai dosis penguat. Selain anak seusia ini, vaksin TDAP dan Td juga diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin difteri saat masih anak-anak, tenaga medis di rumah sakit, dan ibu hamil.

Seperti jenis DTaP dan DT, vaksin TDAP dan Td juga direkomendasikan untuk diulang setiap 10 tahun. Ini karena daya tahan tubuh bisa menurun seiring waktu. Nah, jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang vaksin difteri.

Anda bisa bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc melalui chat atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk vaksin difteri jika Anda memerlukannya.

Mencegah Penularan Difteri dengan Vaksin TDAP

Meski mudah menyebar dari satu orang ke orang lain, difteri bisa dicegah dengan pemberian vaksin difteri.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin difteri untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran wabah difteri (kejadian darurat) di Indonesia, seperti yang terjadi pada Desember 2017.

Untuk orang dewasa, vaksin difteri tersedia dalam kombinasi dengan vaksin untuk penyakit lain, yaitu tetanus dan pertusis (vaksin TDAP) atau dengan tetanus saja (vaksin Td).TDAP dapat diberikan kepada remaja dan dewasa berusia 18–64 tahun. Vaksin ini diberikan satu kali dengan dosis berulang setiap 10 tahun.

Jika anda tinggal di Semarang imunisasi difteri dewasa dapat dilakukan di berbagai tempat pelayanan kesehatan, mulai dari kantor dokter, klinik imunisasi, hingga rumah sakit pemerintah atau swasta untuk mendapatkan vaksin Semarang.

Berikut ini adalah beberapa indikasi atau kondisi yang mengharuskan orang dewasa untuk menerima vaksin difteri atau vaksin TDAP:

  • Tidak pernah mendapatkan vaksin TDAP
  • Lupakan apakah Anda pernah divaksinasi TDAP atau belum
  • Kontak langsung dengan penderita difteri
  • Dewasa, manula dan babysitter hingga usia 1 tahun
  • Pernah ke daerah yang berjangkit atau berjangkitnya penyakit difteri
  • Pernah tinggal serumah, bertetangga, atau mengunjungi / mengunjungi penderita difteri
  • Ibu baru melahirkan yang belum atau telah menerima vaksin difteri
  • Kehamilan pada usia kehamilan 27-36 minggu

Efek samping ringan dari vaksin TDAP dan Td serupa dengan yang ada pada vaksin DTaP atau DT. Diantaranya adalah demam rendah, nyeri, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang serius, seperti reaksi anafilaksis, jarang terjadi.

Perlu dicatat bahwa efektivitas vaksin TDAP adalah 90% bila diberikan secara utuh dan berulang-ulang. Oleh karena itu, setiap orang (anak di bawah usia 7 tahun atau dewasa) wajib mendapatkan vaksin difteri untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya ini.

Tidak ada komentar untuk "Peran Penting Vaksin TDAP untuk Cegah Penularan Difteri"